menu melayang

Wednesday 4 May 2016

Untuk Para Ibu yang Memiliki Anak Laki-laki

Untuk Para Ibu yang Memiliki Anak Laki-laki

ibu dan anak

Saya sadar bahwa saat anak-anak saya dewasa kelak, hidup mereka semakin penuh tantangan dan ‘perjuangan.’ Kadang ada rasa takut kalau mereka tidak siap menghadapi ganasnya dunia (tiba-tiba mellow :D). Sebagai orangtua, saya hanya bisa terus memberikan ‘bekal’. Jujur saja, saya banyak belajar dari orang-orang di sekitar saya, yang menurut saya telah berhasil membesarkan anak laki-lakinya dengan baik. Ini 7 hal yang ingin saya ajarkan kepada anak laki-laki saya.

1. Ajarkan anak kita untuk menghargai perempuan tanpa harus merendahkan harga diri mereka sendiri
Tentu saja saya ingin kedua anak saya tumbuh menjadi sosok laki-laki yang mampu melindungi, menjaga dan menghargai perempuan. Tapi saya tidak ingin dalam prosesnya, anak-anak saya malah kehilangan harga diri mereka sendiri, karena (mungkin) yang selalu mereka dengar adalah untuk SELALU mengalah pada perempuan. Dan itu salah besar. Saya ingin kedua anak saya tahu batasan, kapan mereka harus mengalah dan kapan mereka harus ‘melawan.’ Melawan yang tidak ada hubungannya dengan kekerasan, tapi melawan untuk menyampaikan pendapat mereka, melawan untuk menunjukkan bahwa sebagai laki-laki mereka juga boleh bersuara, bahkan jika lawan bicara mereka adalah perempuan.
2. Bahwa sah-sah saja kalau anak laki-laki itu menangis
Karena bagi saya, menangis itu salah satu cara untuk kedua anak saya meluapkan emosi yang mereka punya. Menangis itu nggak selalu identik dengan kata cengeng atau lemah, kok. Selama alasan menangisnya masuk akal, buat saya nggak masalah. Jadi saya sempat takjub saat melihat seorang ibu yang meminta anaknya untuk tidak menangis saat eyang si anak (yang notabene sangat dekat dengan si anak) meninggal.C’mon, laki-laki juga butuh mengeluarkan emosi kan?
3. Saya tidak lagi membuat dunia yang nyaman untuk anak-anak saya
Pernah merasa ingin memberikan apa saja yang dibutuhkan oleh anak-anak dengan dalih “Karena waktu kecil saya nggak bisa seperti itu, jadi anak-anak saya jangan sampai mengalami seperti apa yang saya alami?” Saya pernah. Tanpa sadar, saya memberikan kenyamanan luar biasa untuk mereka dan membuat mereka lupa artinya berjuang dan usaha. Ternyata saat dikasih tantangan, mereka malah kreatif dan mampu kok. Saya aja yang sering ragu sama kemampuan mereka. Padahal mereka mampu!
Buktinya, saat mereka minta dibelikan akuarium komplit yang harganya lumayan mahal, saya nggak mau kasih begitu saja, mereka memutar otak untuk menghasilkan uang. Tahu apa yang mereka lakukan? Mereka mencuci sepatu-sepatu saya, membantu ART saya mencuci piring, mengajak ART saya membuat donat dan meminta bantuan saya untuk menjualnya sampai membuat slime lantas menjualnya ke teman-teman sekolah mereka. Bukan masalah jumlah uang yang terkumpul, tapi melihat usaha mereka,saya tahu bahwa sejauh ini saya sudah berada di jalur yang benar :).
4. Ajarkan mereka ilmu dasar sebagai pemimpin
Saya tidak bicara tentang pimpinan di sebuah perusahaan. Apapun karier yang akan dipilih oleh kedua anak saya, tapi saat mereka berkeluarga kelak, minimal mereka akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Ajarkan anak-anak untuk terbiasa berdiskusi, menerima kritik, berani bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, memahami prinsip sebab dan akibat dan berbagai ilmu mengenai kepemimpinan yang kelak mereka butuhkan.
artikel sebelumnya abdoa ibu
kredit mobil daihatsu



INFO KREDIT
TEST DRIVE
BISA HUBUNGI
DJOKO HARDIYANTO
Hp / Wa : 081380769488
------------------------
Jl. Pecenongan No 80 Kebon Kelapa - Gambir

Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Back to Top

Sarip

Kontak Sarip

Cari Artikel

Label